23.9 C
Jakarta
Tuesday, February 17, 2026
spot_img

Presiden Prabowo Subianto Bertolak ke AS untuk Temui Presiden Trump

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi bertolak menuju Washington DC, Amerika Serikat (AS) pada Senin, 16 Februari 2026, guna melakukan kunjungan kenegaraan dan pertemuan bilateral dengan Presiden AS Donald Trump.

Keberangkatan Kepala Negara dilepas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin, (16/2/2026) pagi.

Sejumlah pejabat tinggi negara terlihat ikut dalam momen pelepasan keberangkatan Presiden yakni diantaranya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Kepala BIN Muhammad Herindra.

“Dalam Kunjungan ke Amerika Serikat ini Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya,” tulis Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, dalam keterangan resmi, yang diterima, Senin, (16/2/2026).

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan berkunjung ke Amerika Serikat pada 19 Februari 2026 untuk menandatangani pakta perdagangan timbal balik (agreement on reciprocal trade/ART) bersama Presiden Donald Trump, sekaligus menghadiri pertemuan perdana Board of Peace.

Pada Minggu (15/2) sore, Presiden Prabowo memanggil sejumlah menteri bidang ekonomi ke kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, untuk membahas arah strategi Indonesia dalam menghadapi perundingan ekonomi dengan Amerika Serikat.

Terdapat dua hal penting yang ditekankan yakni memastikan setiap posisi yang diambil Indonesia dalam perundingan ekonomi dengan negara mana pun memberikan manfaat terbaik bagi kepentingan nasional.

Hal kedua, kerja sama ekonomi yang dijalin tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga memperkuat fondasi industri nasional.

Presiden menegaskan bahwa setiap kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah harus segera menghasilkan keuntungan konkret bagi Indonesia.

Arahan tersebut menjadi pedoman bagi para menteri untuk merumuskan langkah strategis yang cepat, terukur, dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebelumnya, hubungan dagang Indonesia–AS telah mengalami dinamika dan negosiasi bertahun-tahun, termasuk pembicaraan soal tarif impor dan ekspor komoditas utama Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan jika sebelumnya tarif produk ekspor Indonesia ke AS berada di angka 32 persen dan kini turun menjadi 19 persen.

Meski demikian, pemerintah meminta masyarakat bersabar menunggu rincian lengkapnya hingga proses rampung 100 persen.

“Kan kita sudah turun dari 32 ke 19, kemudian ada hal-hal lain yang juga akan kita tunggu sampai semuanya 100 persen selesai,” ujarnya, di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles