PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan 1.072 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan 18 gudang ketahanan pangan milik Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam sebuah acara yang digelar di SPPG Polri Palmerah, Jakarta Barat, Jumat, (13/2/2026) pagi. Peresmian ini menjadi bagian dari dukungan pemerintah terhadap program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus penguatan ketahanan pangan nasional.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim. Pada pagi hari ini, Jumat, 13 Februari 2026, saya, Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, 18 Gudang Ketahanan Pangan, serta dimulainya pembangunan 107 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Polri di seluruh Indonesia. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa meridai ikhtiar kita dalam mewujudkan pemenuhan gizi dan ketahanan pangan nasional demi masa depan generasi Indonesia,” kata Prabowo.
Prabowo dalam sambutannya mengatakan bahwa upaya memperkuat ketahanan pangan melalui fasilitas yang diresmikan itu merupakan bagian dari fondasi kebangkitan ekonomi nasional.
Ia menegaskan bahwa pemenuhan pangan yang berkualitas dan gizi yang baik bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama anak-anak, merupakan tugas bersama antarinstansi pemerintah dan lembaga penegak hukum.
“Kita harus memastikan masyarakat dapat mengakses makanan bergizi yang aman dan terjangkau. Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tapi juga distribusi dan pemenuhan kualitas gizi,” ujar Prabowo dalam pidato peresmian.
Dalam peresmian itu, Prabowo juga memuji inisiatif Polri untuk berperan aktif menjalankan SPPG serta mendukung program ketahanan pangan nasional, meskipun itu bukan tugas pokok institusi kepolisian. Ia mengatakan inisiatif ini bagian dari tanggung jawab bersama untuk menjamin keamanan dan kesejahteraan masyarakat dari sisi pangan.
“Saya sungguh merasa bahagia, merasa gembira, dan merasa puas, karena saya melihat salah satu institusi yang sangat penting bagi negara dan bangsa kita, yaitu Kepolisian Negara Republik Indonesia, telah mengambil suatu inisiatif di bidang yang mungkin sekilas bukan merupakan tugas pokoknya,” ujar Presiden.
Sebelum meresmikan, Prabowo sempat meninjau langsung dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ada di SPPG Palmerah serta gudang ketahanan pangan Polri, didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kepala BGN Dadan Hindayana.
Saat meninjau dapur itu, Prabowo memakai alat pelindung diri (APD) berupa masker, penutup sepatu, serta sarung tangan.
Selama peninjauan, Prabowo juga mendapat penjelasan lengkap dari Kepala SPPG Palmerah. Pihak pengelola mengatakan SPPG Palmerah dibangun di atas lahan Polri seluas 900 meter persegi, dengan luas bangunan 400 meter persegi sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN).
Fasilitas ini dilengkapi sistem pemurnian air, peralatan sterilisasi food tray berbasis uap dan sinar ultraviolet, serta peralatan biotek modern untuk pengelolaan dapur.
SPPG Palmerah juga memiliki delapan sertifikat standar terkait higienitas, kompetensi, halal, dan mutu baku air. Selain itu, tersedia test kit dari Farmasi Kepolisian untuk memastikan makanan yang diolah aman dan tidak terkontaminasi zat berbahaya.
Pada kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa hingga saat ini Polri telah memiliki 1.179 SPPG, dengan rincian 419 telah beroperasi, 162 dalam tahap persiapan operasional, 499 dalam tahap pembangunan dan ditargetkan selesai pada Maret 2026, serta 107 dalam tahap groundbreaking.
“Apabila seluruh SPPG tersebut telah beroperasi, diproyeksikan dapat memberikan manfaat kepada 2.947.500 orang dan menyerap 58.950 tenaga kerja,” ujar Kapolri.
Ia menambahkan, 33 SPPG dibangun di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), khususnya di Papua. Pada 2026, Polri menargetkan pembangunan hingga mencapai 1.500 SPPG guna memperluas jangkauan pelayanan pemenuhan gizi.
Dalam pelaksanaannya, Polri menempatkan standarisasi mutu, higienitas, dan keamanan pangan sebagai prioritas. Saat ini, 201 SPPG telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, 119 memiliki Sertifikat Halal, dan 147 memiliki Sertifikat Uji Laboratorium.
Untuk mendukung ketahanan pangan nasional, Polri juga membangun 18 Gudang Ketahanan Pangan yang tersebar di 12 Polda. Pada 2026 akan dibangun 10 gudang tambahan di 8 Polda sehingga total menjadi 28 gudang dengan kapasitas masing-masing 1.000 ton. Selain itu, tengah dibangun gudang berkapasitas 10.000 ton di wilayah Polda Metro Jaya serta 30 gudang filial di wilayah Papua.
Acara ini dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, diantaranya sejumlah menteri kabinet Merah Putih, Kepala BGN Dadan Hindayana, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Ahmad Haikal Hassan, Kepala BPOM Prof. dr. Taruna Ikrar, serta Wakil Ketua Komisi 1 DPR RI yang juga Ketua Karang Taruna Nasional Budisatrio Djiwandono.




