24.9 C
Jakarta
Tuesday, February 10, 2026
spot_img

Purbaya ‘Pede’ Ekonomi RI Tumbuh 6% pada 2026, Begini Strateginya

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tumbuh kuat dan berkelanjutan dalam beberapa tahun ke depan. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi sekitar 6 persen pada tahun 2026, kemudian meningkat secara bertahap hingga mendekati 8 persen pada 2029 jika kondisi kebijakan dan iklim investasi terus mendukung.

“Tahun ini [ekonomi tumbuh] 6%, tahun berikutnya 6,5%, lalu mendekati 7%, mendekati 2029 akan dekat dengan 8%. Kalau saya masih di sini,” ujarnya sambil berkelakar dalam dialog berbahasa Inggris pada Indonesia Economic Summit (IES), Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Prubaya menyebut hal itu bisa diwujudkan karena dirinya merasa lebih baik dari menteri sebelumnya.

“Saya memiliki cukup uang untuk mendorong ekonomi tumbuh 6% atau 6,5% atau 7%. Karena sekarang menterinya lebih baik dari sebelumnya,” kata Purbaya.

Purbaya menyatakan bahwa target pertumbuhan 6 persen pada 2026 bukanlah sesuatu yang sulit dicapai, terutama jika pemerintah berhasil mendorong sinergi antara kebijakan fiskal dan sektor swasta dalam mendongkrak aktivitas ekonomi dan investasi. Menurutnya, dengan kebijakan yang tepat dan koordinasi yang kuat antara pemerintah dan sektor swasta, pertumbuhan ekonomi dapat lebih dari angka tersebut.

Sebagaimana yang kerap disampaikan olehnya, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menargetkan agar pertumbuhan ekonomi ke depan didorong oleh mesin pemerintah dan swasta. Dia menyebut selama 20 tahun sebelumnya perekonomian Indonesia pincang.

Selama kepemimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disebut pertumbuhan lebih banyak digerakkan sektor swasta, sementara di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) mesin penggeraknya hanya berasal dari belanja pemerintah.

Purbaya mengklaim punya pengalaman yang lengkap saat menjadi penasihat ekonomi di era Presiden SBY maupun Presiden Jokowi. Untuk diketahui, ekonom berlatar belakang insinyur ITB itu pernah menjadi Staf Khusus Menko Perekonomian di era Presiden SBY hingga diangkat menjadi Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada era Presiden Jokowi.

Pada pemerintahan Prabowo, Purbaya juga menyebut pihaknya berupaya memperbaiki iklim usaha. Setelah itu, dia percaya bahwa pertumbuhan ekonomi sebesar 6% tidaklah sulit.

“Dengan itu saja, meningkatkan pertumbuhan sekitar 6% itu mudah. Menurut saya, pertumbuhan sekitar 6% tidak begitu sulit,” imbuhnya.

Jika pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah mencapai 6-7%, Purbaya yakin investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment (FDI) akan datang dengan sendirinya. Oleh karena itu, saat ini ia hanya ingin fokus meningkatkan pertumbuhan ekonomi ketimbang datang ke mereka.

“Saya tidak ingin pergi ke mereka dan meminta (investasi), pada saat yang sama kondisi ekonomi kami tidak baik. Ketika saya memiliki kondisi ekonomi yang baik seperti tumbuh 6% atau 7%, itu mudah bagi saya untuk menarik mereka,” ucap Purbaya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles