PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengintensifkan persiapan menyambut Tahun Baru Imlek yang akan jatuh pada 17 Februari 2026, dengan rangkaian kegiatan budaya yang meriah dan melibatkan berbagai elemen masyarakat serta sektor swasta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan pihaknya bersama pemerintah pusat telah melakukan koordinasi intens sejak pekan lalu untuk menyusun agenda kegiatan yang akan berlangsung pada berbagai titik strategis di ibu kota.
“Beberapa kegiatan sudah disepakati, termasuk yang di Lapangan Banteng. Kemudian nanti ada Cap Go Meh di Glodok. Kemudian juga ada beberapa kegiatan Barongsai yang ada di Sudirman-Thamrin,” kata Pramono usai menghadiri acara Indonesia Economic Summit (IES) di Shangri-La Hotel, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Salah satu sorotan utama adalah festival lampion yang akan menghiasi berbagai kawasan di Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI menggandeng sektor swasta termasuk pemilik gedung-gedung perkantoran di kawasan bisnis pusat kota untuk memasang lampion dan dekorasi khas Imlek secara massal.
Diperkirakan 93 gedung di sepanjang koridor bisnis utama seperti SCBD, Sudirman-Thamrin, dan area sekitarnya akan ikut meramaikan festival lampion ini, menjadikan suasana kota berwarna-warni dan instagrammable.
“Kami mencoba membuat masyarakat, pemilik gedung, berkontribusi untuk festival lampion di Jakarta. Sekarang sudah ada 93 gedung yang akan bergabung,” tambahnya.
Suasana tersebut dipandang sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah dan pemangku kepentingan bisnis untuk menyebarkan semarak Imlek di ruang-ruang yang biasa menjadi aktivitas warga maupun pekerja di ibu kota.
Menurut Pramono, konsep perayaan Imlek tahun ini akan dibuat lebih meriah dan berwarna, serupa dengan suasana perayaan Natal dan Tahun Baru sebelumnya. Ia menyebut pemasangan lampion secara masif menjadi hal baru bagi Jakarta.
Selain dekorasi lampion, pertunjukan budaya seperti barongsai tradisional juga turut menjadi bagian dari perayaan. Atraksi barongsai akan hadir di sejumlah titik, termasuk Jalan Sudirman–Thamrin, kawasan yang selama ini menjadi salah satu pusat kegiatan publik dan bisnis Jakarta.
Selain itu, kawasan Glodok, yang dikenal sebagai pusat budaya Tionghoa di Jakarta Barat, juga akan menjadi fokus kegiatan perayaan Cap Go Meh, puncak perayaan Imlek yang biasanya diwarnai dengan parade, kuliner khas, dan hiburan publik.
Rangkaian perayaan Imlek di Jakarta diproyeksikan berlangsung hingga 17 Februari 2026. Gubernur Pramono menambahkan, setelah puncak Imlek, suasana kota akan segera untuk transisi menyambut bulan Ramadan yang diperkirakan dimulai pada 18 Februari 2026, sehingga dekorasi dan kegiatan kota akan beralih ke nuansa Ramadan dan Idul Fitri.
“Ini akan berakhir tanggal 17 Februari, karena tanggal 18 sudah mulai puasa. Nanti suasananya akan kami ganti untuk menyambut Ramadan sampai Idul Fitri,” jelasnya.
Insentif pajak untuk mal yang beri diskon
Pemprov DKI, kata Pramono, juga menyiapkan insentif pajak bagi beberapa pusat perbelanjaan yang memberikan diskon.
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil guna mendorong daya beli sekaligus membuat belanja lebih terjangkau bagi masyarakat.
“Pengalaman kami kemarin ketika menyambut Natal, seperti yang teman-teman ketahui, akhirnya Natal-Tahun Baru itu transaksinya sampai dengan Rp15,2 triliun dan itu rekor yang pernah diperoleh oleh Jakarta,” kata Pramono.
“Karena itu tadi, kami lombakan, kami berikan insentif pajak, dan jamnya juga diperbolehkan sampai jam malam dan itulah yang membuat Jakarta begitu menarik ketika Natal dan Tahun Baru kemarin,” tutupnya.




