24.9 C
Jakarta
Tuesday, February 10, 2026
spot_img

Heboh! Macan Tutul Masuk Permukiman di Pacet Bandung, Dua Warga Terluka, Satwa Berhasil Diamankan

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Warga Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, dikejutkan oleh kemunculan seekor macan tutul (Panthera pardus melas) yang turun dari kawasan hutan dan memasuki area permukiman pada Kamis pagi (5/2/2026). Insiden ini sempat menjadi viral di media sosial setelah hewan liar itu terlihat berkeliaran di pemukiman dan berhasil diamankan oleh masyarakat bersama pihak berwenang tanpa melukai satwa tersebut.

Kejadian bermula ketika sejumlah warga mendapati macan tutul berukuran besar berukuran sebesar kambing dewasa berada di sekitar gang serta pekarangan rumah di Pasar Maruyung. Lokasi ini merupakan kawasan padat aktivitas warga, sehingga kehadiran predator liar itu memicu kepanikan di lingkungan sekitar.

Menurut keterangan Kepala Desa Maruyung, Apen Supendi, warga sempat mencoba mendekati macan tutul yang masuk ke permukiman, dan kemudian berupaya untuk menangkapnya agar tidak membahayakan masyarakat lebih luas.

Menurutnya, ada warga yang sempat mencoba menangkap tapi justru langsung diterkam oleh hewan tersebut.

“Iya, ada dua warga sempat terluka, luka ringan dan sudah dibawa ke puskesmas,” ujarnya.

Namun, karena pendekatan dilakukan secara cepat oleh warga bersama aparat desa dan petugas, macan tutul itu berhasil diamankan dengan aman tanpa melukai satwa maupun warga lebih jauh.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat kemudian mengambil alih proses penanganan satwa tersebut.

Petugas dari BBKSDA menerima serah terima hewan yang telah diamankan warga dan aparat setempat, lalu menyiapkan pemindahan menuju Lembaga Konservasi Cikembulan di Garut untuk pemeriksaan kesehatan lanjutan dan penanganan awal.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) V BBKSDA Jabar, Vitriana Yulalita, mengatakan bahwa fokus utama pihaknya adalah memastikan kondisi fisik dan mental macan tutul setelah berada di lingkungan manusia.

“Saat ini macan tutul akan kita tangani dan dibawa ke Lembaga Konservasi Cikembulan di Garut untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan penanganan awal,” katanya.

Ia menjelaskan fokus utama BBKSDA Jabar saat ini adalah memastikan kondisi kesehatan macan tutul agar tidak mengalami gangguan fisik maupun stres, akibat berada di lingkungan manusia.

Vitriana mengapresiasi kesadaran masyarakat sekitar yang dinilai bijak dalam menangani keberadaan satwa dilindungi tersebut tanpa melukai atau bahkan membunuhnya.

“Alhamdulillah, masyarakat sudah paham bahwa macan tutul adalah satwa dilindungi, sehingga penanganan dilakukan dengan baik dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Pihaknya akan melakukan kajian lanjutan untuk menentukan apakah macan tutul tersebut memungkinkan untuk direhabilitasi dan dilepaskan kembali ke alam liar setelah pemeriksaan kesehatan dilakukan.

Ia menegaskan lokasi pelepasan tersebut belum dapat ditentukan, karena masih memerlukan kajian khusus terkait kesesuaian habitat serta mempertimbangkan kondisi individu macan tutul tersebut.

Sementara itu Kapolsek Pacet AKP Asep Mulia mengatakan informasi awal keberadaan macan tutul diterima dari laporan masyarakat yang melihat hewan itu berkeliaran di permukiman warga pada siang hari.

“Setelah menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan Satpol PP, Pemadam Kebakaran, dan BKSDA. Macan tutul berhasil diamankan dan sempat dibawa ke Polsek untuk pengamanan sementara,” katanya.

Terkait adanya isu korban luka akibat kemunculan satwa tersebut, AKP Asep Mulia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai warga yang diserang oleh macan tersebut.

Ia menambahkan hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan pendataan lanjutan di lapangan terkait korban luka akibat peristiwa tersebut.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles