30.6 C
Jakarta
Wednesday, February 18, 2026
spot_img

Survei IPI: Sjafrie Sjamsoeddin hingga Purbaya Masuk Bursa Bakal Capres 2029

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Lembaga survei Indonesian Public Institute (IPI) merilis hasil survei terbaru yang menunjukkan dinamika baru dalam peta politik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029, dengan sejumlah tokoh non-tradisional mulai menempati posisi dalam bursa bakal calon presiden (capres). Hasil survei ini dirilis melalui konferensi pers di Semanggi, Jakarta, pada Senin, 9 Februari 2026.

Menurut peneliti IPI, Abdan Sakura, survei yang bertajuk “Peta Elektabilitas Calon Presiden 2029” menunjukkan bahwa selain nama-nama besar yang selama ini diperhitungkan seperti Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, sejumlah tokoh baru kini masuk ke dalam daftar 10 besar potensial sebagai bakal capres.

Tokoh yang mulai mencuri perhatian publik antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dalam survei tersebut, Sjafrie berada di peringkat ke-7 dengan tingkat elektabilitas sebesar 7,5 persen, disusul Purbaya Yudhi Sadewa 4,9 persen dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda di angka 3,8 persen.

“Elektabilitas Sjafrie Sjamsoeddin bersaing ketat dengan sejumlah tokoh kepala daerah, seperti Mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan yang berada di urutan ke-4 dengan elektabilitas 8,5 persen, lalu Gubernur Jakarta sekarang Pramono Anung di urutan ke-5 (elektabilitas 7,8 persen) dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (7,9 persen),” jelas Abdan kepada wartawan.

Indikator yang memengaruhi munculnya nama-nama ini meliputi kepemimpinan, ketokohan, rekam jejak, eksposur media, integritas, hingga visi-misi program kerja.

Persaingan yang ketat di antara tokoh-tokoh ini menunjukkan bahwa peta politik menjelang 2029 masih sangat dinamis dan terbuka untuk perubahan.

Meskipun wajah-wajah baru mulai masuk daftar, survei IPI mencatat bahwa tokoh tokoh besar masih menguasai peta elektabilitas, dengan Presiden Prabowo Subianto berada di posisi tertinggi dengan elektabilitas 22,3 persen, diikuti oleh Gibran Rakabuming Raka (12,2 persen), disusul Ganjar Pranowo (9 persen), dan Anies Baswedan (8,5 persen).

Meski demikian, Abdan memberi catatan bahwa jarak antara tingkat kelayakan dan elektabilitas menunjukkan publik masih dalam tahap memantau.

“Nama-nama besar masih mendominasi persepsi publik, seperti Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming Raka, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan menempati posisi teratas baik dalam penilaian kelayakan maupun elektabilitas, menunjukkan kuatnya pengaruh kekuasaan, kontinuitas elite, dan eksposur media dalam imajinasi pemilih. Namun, jarak antara tingkat kelayakan yang tinggi dan elektabilitas yang relatif moderat mengindikasikan satu hal penting, publik mengenal dan menilai, tetapi belum sepenuhnya menjatuhkan pilihan,” pungkas Abdan.

Diketahui, survei IPI ini dilakukan pada 30 Januari hingga 5 Februari 2026 melibatkan 1.241 responden di 35 provinsi Indonesia. Riset menggunakan metode Multistage Random Sampling dengan rentang usia responden 17 hingga 65 tahun.

Teknik sampling yang digunakan pada riset ini adalah Multistage Random Sampling. Metode ini adalah teknik sampling di mana pemilihan sampel dilakukan dalam beberapa tahap (stage), dari unit besar ke unit yang lebih kecil, dan setiap tahap dilakukan secara acak (random).

Berdasarkan teknik sampling tersebut, sampel berasal dari 35 Provinsi di Indonesia yang terdistribusi secara proporsional. Survei ini memiliki margin of error sebesar ±2,78 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles