24.9 C
Jakarta
Wednesday, February 11, 2026
spot_img

PT Vopak Buka Suara Soal Dugaan Kebocoran Gas di Cilegon

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Manajemen pabrik kimia PT Vopak Terminal Merak akhirnya memberikan keterangan resmi menyusul kekhawatiran publik terkait kepulan asap berwarna kuning kecokelatan yang membumbung dari area fasilitas tersebut, yang sebelumnya membuat warga sekitar panik dan mengeluhkan gangguan kesehatan.

Pernyataan ini muncul beberapa hari setelah puluhan warga di sekitar kompleks pabrik melaporkan gejala seperti sesak napas, pusing, mual, dan muntah-muntah, yang diduga akibat terpapar gas kimia berbau menyengat. Beberapa warga bahkan sempat dilarikan untuk mendapatkan perawatan medis di puskesmas setempat.

Dalam penjelasan resmi yang disampaikan oleh HRD PT Vopak Terminal Merak, Ajeng Yuanita, perusahaan memastikan bahwa fenomena gas yang sempat terlihat bukan disebabkan oleh kebocoran pipa atau tangki penyimpanan, melainkan keluarnya sisa gas dari proses pembersihan rutin pipa dan perlakuan uap.

“Tidak ada kebocoran dan operasional kami berjalan normal. Kepulan asap itu merupakan sisa pembuangan yang bercampur dengan uap saat kegiatan pembersihan pipa dilakukan,” ujar Ajeng, dikutip Senin, 2 Februari 2026.

Manajemen PT Vopak juga menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan tindakan tanggap darurat sejak awal munculnya kepulan asap dan sudah melakukan langkah mitigasi guna mengendalikan kejadian tersebut.

“Alhamdulillah sudah tertangani dengan baik,” tambah Ajeng.

Pihak perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf atas keresahan yang terjadi dan berkomitmen untuk mengevaluasi prosedur kerja agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Sementara itu, instansi pemerintah juga turut mengambil langkah antisipatif. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon memasang sejumlah alat pemantau udara di sekitar lokasi untuk memantau tingkat kualitas udara pasca-insiden.

Alat ini akan digunakan untuk memantau apakah asap yang keluar dari perusahaan berpotensi membahayakan atau tidak.

“Kami telah memasang empat alat pemantau udara untuk memonitoring kandungan gas di sekitar lokasi. Alat ini akan menunjukkan apakah asap yang keluar tersebut mengandung zat berbahaya atau masih dalam batas aman bagi pernapasan manusia. Kita memastikan keselamatan dari masyarakat yang ada di sini,” ungkap Kepala DLH Kota Cilegon, Sabri Mahyudin.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim mendesak pemerintah untuk melakukan investigasi terkait dugaan kebocoran gas di pabrik penyimpanan bahan kimia tersebut.

Menurutnya, meski pihak Kepolisian dan Pemerintah Kota Cilegon sudah menyatakan bahwa asap itu bukan disebabkan oleh kebocoran tangki atau pipa, melainkan akibat dari proses pembersihan pipa, perlu dilakukan penjelasan lebih lanjut.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles